Ihram dan Umrah
Berihram untuk Umrah dari miqat, bertalbiyah, lalu lakukan tawaf tujuh putaran, sa’i tujuh lintasan, dan tahallul dengan mencukur atau memendekkan rambut.
Al-Quran, arah kiblat, jadwal sholat, kalender hijriah, dan kumpulan dzikir - siap dipakai, akurat, dan berdalil.
Pelajari urutan ibadah, doa, dan dalil sahih melalui panduan ringkas sebelum melanjutkan ke perangkat ibadah harian.
Dari Al-Quran hingga kompas kiblat -- semua tersedia dan real-time.
114 surah, terjemah bahasa Indonesia, dan murotal 6 masyeikh -- putar suara per ayat.
Kompas presisi berdasarkan koordinat Ka'bah -- dihitung real-time dari lokasi Anda.
Waktu sholat akurat sesuai rujukan MUI & Kemenag RI, dengan pengingat dan penanda waktu berjalan.
Penanggalan hijriah rujukan MUI, berdampingan dengan masehi dan hari-hari penting Islam.
Dzikir pagi-petang dan doa harian dengan penghitung dan sumber dalil yang jelas.
Kumpulan Hadits Arbain An-Nawawiyah -- teks Arab, terjemah, dan sumber periwayatan.
Dari Jakarta. Aktifkan lokasi untuk presisi.
Waktu sholat akurat berdasarkan lokasi Anda, mengacu pada pedoman Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Kementerian Agama RI.
Konversi otomatis dari tanggal masehi hari ini, mengacu pada penetapan Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Kementerian Agama RI.
Pilih kategori untuk membaca doa dan dzikir yang dikelola oleh tim KHB Official.
Kumpulan Hadits Arbain An-Nawawiyah — 42 hadits pilihan yang dihimpun Imam An-Nawawi sebagai fondasi ajaran Islam. Tersedia lokal, selalu dapat diakses tanpa tergantung layanan luar.
Memuat hadits…
Pilih panduan, kemudian pelajari urutan ibadah beserta doa dan dalil sahih yang menyertainya.
Berihram untuk Umrah dari miqat, bertalbiyah, lalu lakukan tawaf tujuh putaran, sa’i tujuh lintasan, dan tahallul dengan mencukur atau memendekkan rambut.
Berihram untuk Haji, bertalbiyah, kemudian menuju Mina. Shalat di waktunya dengan mengqashar shalat empat rakaat dan bermalam hingga fajar.
Menuju Arafah dan melaksanakan wukuf hingga matahari terbenam. Perbanyak doa, dzikir, istighfar, dan merendahkan diri kepada Allah.
Berangkat dengan tenang setelah matahari terbenam, jamak Maghrib dan Isya, bermalam, lalu shalat Subuh dan berdzikir sebelum menuju Mina.
Lempar Jumrah Aqabah tujuh kerikil, sembelih hadyu bagi yang wajib, lalu cukur atau pendekkan rambut. Inilah rangkaian menuju tahallul awal.
Kembali ke Makkah untuk tawaf ifadhah tujuh putaran dan sa’i Haji bagi jamaah Tamattu’, kemudian sempurnakan tahallul.
Bermalam di Mina dan melempar Jumrah Ula, Wustha, lalu Aqabah, masing-masing tujuh kerikil pada waktunya.
Sebelum meninggalkan Makkah, lakukan tawaf wada’ sebagai amalan terakhir di Baitullah, kecuali bagi yang memperoleh keringanan syar’i.
لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ، لَبَّيْكَ لَا شَرِيكَ لَكَ لَبَّيْكَ، إِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَالْمُلْكَ، لَا شَرِيكَ لَكَ
Aku memenuhi panggilan-Mu, ya Allah. Tiada sekutu bagi-Mu. Sesungguhnya segala puji, nikmat, dan kerajaan adalah milik-Mu.
HR. Bukhari no. 1549 dan Muslim no. 1184Hadits Jabir radhiyallahu ‘anhu menjelaskan secara rinci Haji Nabi ﷺ: ihram, Arafah, Muzdalifah, Mina, tawaf, dan sa’i.
HR. Muslim no. 1218لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
Tiada sesembahan yang berhak disembah selain Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya kerajaan dan segala puji.
HR. Tirmidzi no. 3585; dinilai hasanManusia diperintahkan menjadikan akhir ibadahnya di Makkah dengan tawaf di Baitullah, dengan keringanan bagi wanita haid.
HR. Bukhari no. 1755 dan Muslim no. 1328Mandi dan bersiap jika memungkinkan, kenakan pakaian ihram sesuai ketentuan, niatkan Umrah di miqat, lalu perbanyak talbiyah hingga mulai tawaf.
Mulai sejajar Hajar Aswad, jadikan Ka’bah di sebelah kiri, dan sempurnakan tujuh putaran. Berdzikir dan berdoalah tanpa mengkhususkan doa yang tidak berdalil.
Shalat dua rakaat setelah tawaf bila memungkinkan, lalu sa’i tujuh lintasan: mulai dari Shafa dan berakhir di Marwah.
Laki-laki mencukur atau memendekkan seluruh rambut; perempuan memotong ujung rambut secukupnya. Setelah itu rangkaian Umrah selesai.
لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ، لَبَّيْكَ لَا شَرِيكَ لَكَ لَبَّيْكَ، إِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَالْمُلْكَ، لَا شَرِيكَ لَكَ
Talbiyah dibaca setelah berniat ihram dan diteruskan hingga mulai tawaf.
HR. Bukhari no. 1549 dan Muslim no. 1184رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
Ya Rabb kami, berilah kami kebaikan di dunia dan akhirat, serta lindungilah kami dari azab neraka.
HR. Abu Dawud no. 1892; dinilai hasanإِنَّ الصَّفَا وَالْمَرْوَةَ مِنْ شَعَائِرِ اللَّهِ
“Sesungguhnya Shafa dan Marwah termasuk syiar Allah.” Nabi ﷺ kemudian memulai dari Shafa.
QS. Al-Baqarah: 158 dan HR. Muslim no. 1218Rangkaian tawaf, sa’i, kemudian mencukur atau memendekkan rambut diterangkan dalam sifat Haji dan Umrah Nabi ﷺ.
HR. Muslim no. 1218