Bertakbir di Hari Raya Idul Adha

Bertakbir di Hari Raya Idul Adha
Deskripsi

Keutamaan Takbir

Sepuluh hari pertama bulan Dzul Hijjah adalah bulan yang agung, yang mana Allah Subhanahu wa ta’ala bersumpah dengan hari-hari itu di dalam Al-Qur’an, jika Allah Subhanahu wa ta’ala bersumpah terhadap sesuatu menandakan betapa penting dan agungnya hal tersebut.

Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman:

 ﱔ ﱕ ﱖ ﱗ ﱘ 

 

Demi fajar, demi malam yang sepuluh” (Al-Fajr [89]: 1-2)

Ibnu Abbas, Ibnu Zubair, Mujahid dan bukan satu orang dari kalangan ulama salaf dan kholaf mengatakan yang dimaksud dengan 10 hari ini adalah 10 hari pertama bulan Dzul Hijjah, dan ini yag dibenarkan oleh Ibnu Katsir.[1]

Diantara ibadah yang di syariatkan ketika berada di bulan Dzul Hijjah adalah memperbanyak takbir, disyariatkan memulai takbir dari masuknya awal bulan Dzul Hijjah sampai tanggal 13 Dzul Hijjah.

 Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman:

  ﲆ  ﲇ ﲈ ﲉ ﲊ ﲋ ﲌ ﲍ ﲎ   

 Agar mereka menyaksikan berbagai manfa’at untuk mereka dan agar mereka menyebut nama Allah pada beberapa hari yang telah ditentukan” (Al-Hajj [22]: 28)

yang dimaksud dengan “beberapa hari yang telah ditentukan” adalah 10 hari pertama bulan Dzulhijjah.[2]

Dan Allah Subhanahu wa ta’ala juga berfirman:

 ﱂ ﱃ ﱄ ﱅ ﱆﱇ  

 

 Dan berdzikirlah kepada Allah pada hari yang telah ditentukan jumlahnya” (Al-Baqarah [2]: 203)

Abdullah bin Abbas Radhiallahu ‘anhu mengatakan: “hari-hari yang telah ditentukan” yaitu hari-hari tasyriq (11,12, dan 13 Dzul Hijjah.)[3]

 

Waktu Bertakbir

Bertakbir di hari Raya Idul Adha ada dua bagian:

1.       Muthlaq          : tidak terikat dengan sesuatu, dilakukan kapan saja.

2.       Muqayyad      : terikat waktu, hanya dilakukan setelah shalat fardhu.

Takbir Muthlaq dilakukan dari awal bulan Dzul Hijjah sampai akhir hari tasyriq(13 Dzul Hijjah), dilakuakan kapan saja, tidak dibatasi dengan waktu, adapun takbir Muqayyad dilakukan setiap setelah sholat fardhu dari fajar hari arafah (9 Dzul Hijjah) sampai seusai ashar hari tasyriq.

Syeikh Bin Baaz dalam fatwanya mengatakan, “dengan ini Takbir Muthlaq dan Takbir Muqayyad menurut pendapat paling benar dari kalangan Ulama berkumpul pada 5 hari, hari arafah, hari berkurban, dan 3 hari tasyriq”[4]

 

Wallahu a’lam

 

Oleh: Adam Nur Fiqri Lc.



[1] Tafsir Ibnu Katsir 3/381

[2] Majmu’ Fatawa wa Maqolat Mutanawi’ah libni Baaz 13/18

[3] Tafsir Ibnu Katsir 1/417

[4] Majmu’ Fatawa wa Maqolat Mutanawi’ah libni Baaz 13/19